Jasa Marga Siapkan Pelatihan Wirausaha bagi Petugas Gardu Tol

Jasa Marga Siapkan Pelatihan Wirausaha bagi Petugas Gardu Tol

Belakangan ini, muncul isu yang tidak sedap terkait PT Jasa Marga. Adanya kebijakan e-toll dari pemerintah yang mengganti pembiayaan tol dari pembayaran tunai menjadi pembayaran elektronik membuat adanya kekhawatiran yang muncul jika akan ada PHK massal dari PT Jasa Marga. Memang, secara logika, kebutuhan pegawai, terutama pada pos penjagaan gerbang tol akan berkurang seiring digantinya mesin pembayaran tersebut.

Namun, kegelisahan dari masyarakat terkait akan adanya PHK massal tersebut langsung di klarifikasi oleh pihak PT Jasa Marga. Pihak PT Jasa Marga melalui perwakilannya menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan PHK massal yang seperti dikhawatirkan oleh masyarakat setempat. Malah, PT Jasa Marga kini bersiap untuk melakukan pelatihan wirausaha bagi para petugas gardu tol yang terkena dampak langsung dari kebijakan pemerintah tersebut.

“Beberapa program pelatihan yang kami canangkan sudah berjalan. Para karyawan tersebut bebas untuk memilih jabatan yang ia inginkan tanpa paksaan dari pihak mana-pun. Misalnya, ia ingin menjadi seorang ‘inspector maintenance’, maka ia bisa mengajukan diri dan memenuhi persyaratan yang diperlukan. Ketika persyaratan tersebut sudah terpenuhi dengan baik, maka mereka akan mendapatkan pelatihan tersebut”, ujar Direktur SDM dan Umum Jasa Marga, Kushartanto Koeswiranto.

Dia sekali lagi juga menjelaskan dan menekankan bahwa Jasa Marga sudah berkomitmen untuk tidak melakukan PHK seperti yang disangka selama ini bagi karyawan atau petugas tol yang terkena akibat langsung dari kebijakan e-toll tersebut. Menurut Koeswiranto, komitmen tersebut sejalan dengan adanya rencana bisnis PT Jasa Marga yang akan menyerap banyak karyawan di berbagai sektor yang berbeda. Terlebih, Jasa Marga menargetkan akan mengoperasikan sekitar 600 km jalan tol baru.

Salah satu program unggulan dalam konsep A-life Jasamarga yang di gagas oleh PT Jasa Marga adalah pengembangan Transit Oriented Development (TOD). Program ini pada nantinya akan tersedia pada rest area yang sudah ditunjuk dan akan dilengkapi dengan beragam sarana penunjang, seperti hotel, ritel, dan lain sebagainya. Dengan adanya program terbaru ini, tentu saja karyawan yang terkena dampak bisa melakukan alih profesi untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

Menurut sumber yang beredar, Jasa Marga kini memiliki total sekitar 4,200 karyawan yang 1,000 diantaranya adalah petugas tol. Jasa Marga memberikan kesempatan bagi para karyawan yang bergabung untuk mempertimbangkan program A-life tersebut. Para karyawan secara bebas dan tanpa paksaan dapat memilih profesi ke unit kerja atau anak perusahaan dan wirausaha, seperti yang mereka inginkan.

Di akhir pertemuan, Koeswiranto menyatakan bahwa perubahan teknologi yang terjadi harus disertai dengan perubahan dan kebutuhan yang baru. “Syaratnya harus ada keinginan dan kemauan untuk maju dan menyongsong kehidupan di masa depan”, katanya.

Bantu kami dengan share artikel ini ya 🙂 🙂