Mengenal dan Mengatur Kebiasaan Tidur Bayi

Mengenal dan Mengatur Kebiasaan Tidur Bayi

Senang sekali ya Ibu, akhirnya buah hati Ibu dan Ayah terlahir juga menceriakan keluarga kecil Ibu. Pasti terharu sekali ketika menggendong si kacil yang baru berumur beberapa hari. Perasaan gembira dan suka cita, mungkin belum cukup untuk menggambarkannya.

Namun tentu saja, kelelahan Ibu selama mengandung 9 bulan masih belum berakhir. Melahirkan bukan akhir dari kelelahan Ibu, walaupun tentu saja, dengan cinta besar yang dimiliki oleh Ibu dan ayah, kelelahan itu tidak akan terasa berat. Setelah bayi lahir, akan ada banyak hal yang masih merepotkan Ibu. Merawat, mengasuh dan membesarkan buah hati, juga perlu ketelatenan dan kesabaran yang ekstra. Belum lagi bayi yang baru lahir, membutuhkan penanganan yang lebih.

Saat ini bayi Ibu sedang menyesuaikan dirinya dengan dunia baru. Walaupun tidak banyak tuntutan yang mereka inginkan kecuali terpenuhinya makan, tidur serta rasa nyaman. Menyesuaikan kebiasaan tidur bayi dengan kebutuhan Ibu untuk berisitirahat, sangat penting agar Ibu tidak terlalu lelah.

Seringnya kita mendapati bayi yang lebih banyak terbangun pada malam hari, akan membuat Ibu kurang tidur. Tentu saja ini akan berdampak pada kesehatan Ibu. Padahal setelah melahirkan, Ibu tetap harus menjaga kesehatan karena rentan terhadap penyakit akan berdampak juga dengan ASI yang Ibu salurkan kepada bayi.

Bayi yang baru lahir sebenarnya belum bisa membedakan kondisi di sekitarnya. Dia belum mengenal siang dan malam. Saat ini kebiasaan tidur bayi masih belum teratur. Belum lagi, kondisi fisik bayi belum dapat menampung ASI dalam jumlah yang banyak. Sehingga mereka akan terbangun tanpa mengenal waktu.

Kebiasaan tidur bayi memang tidak bisa diprediksi secara tepat. Umumnya mereka akan tidur nyenyak selama kurang lebih 3-4 jam. Kenyenyakannya sendiri bisa terganggu karena rasa lapar. Jadi sebaiknya Ibu rutinlah menyusui bayi dalam jangka waktu tersebut.

Apakah perlu membuat rutinitas dalam menyusui?

Ya, Ibu memerlukan rutinitas waktu menyusui, agar anak terbiasa dengan pola makannya. Tetapi, ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu berminggu-minggu agar otak anak terbiasa dengan perlakuan ini. Satu hal yang Ibu harus perhatikan saat mengenalkan rutinitas ini, pahamilah rentang waktu kapan sekiranya bayi Ibu mulai lapar. Sebelum waktunya dia merengek minta makan, Ibu sudah harus siap untuk menyusuinya.

Ada beberapa keuntungan mengatur jadwal makan pada bayi.

  • Ibu akan dapat mengatur jadwal istirahat yang disesuaikan dengan waktu tidur bayi
  • Tenaga Ibu tidak akan terkuras banyak karena kurangnya istirahat
  • Ibu dapat merencanakan aktifitas lain ketika bayi sedang tidur
  • Jam tidur yang kurang, bisa Ibu siasati dengan memejamkan mata ketika bayi terlelap dan akan siap ketika waktunya bayi hendak terbangun
  • Istirahat dan tidur yang cukup akan membuat sehat dan tidak rentan terhadap penyakit dan anemia

Adapun kebiasaan tidur bayi terganggu pada malam hari bisa disebabkan beberapa faktor

  1. Karena kelelahan
  2. Popok yang basah
  3. Pakaian yang tidak menyerap keringat dan tidak nyaman
  4. Hawa yang membuat bayi gerah ataupun kedinginan
  5. Kamar yang terlalu gelap atau terang
  6. Hidung tersumbat
  7. Sakit atau demam
  8. Penyakit kulit akibat popok
  9. Perut kembung
  10. Muntah susu

Tangisan adalah bentuk komunikasi pertama yang disampaikan bayi kepada Ibu dan ayah. Tentu saja, dengan rasa cinta yang besar, Ibu sering menanggapi pesan yang disampaikan bayi tanpa memperhatikan kondisi Ibu sendiri. Mengetahui maksud tangisan bayi, akan membantu Ibu dalam memberikan tanggapan secepatnya.

Bantu kami dengan share artikel ini ya 🙂 🙂